Tips Memilih Biro Perjalanan Umrah / Haji

Buat pembaca yang muslim, berminat umrah? *pertanyaan yang ga perlu dibahas kaleeee……*

 

Pasti pengen yak. Walau ada yang bilang, ngapain umrah? haji aja dulu kan itu yang wajib. Tapi ada juga yang mau ‘latihan’ dengan haji kecil (umrah) sebelum menjalani haji besar.

 

Ada juga yang bilang, karena dana terbatas mending uangnya ditabung untuk haji (walo kalo daftar haji biasa sekarang, denger-denger baru akan berangkat 5 tahun lagi karena quota yang terbatas, dan saat 5 tahun udah naek berapa kali tuh ONH?). Tapi ada juga yang bilang mending uangnya dipake umrah dulu, ntar di Makkah doa lagi yang kenceng biar dapet rejeki lagi untuk naek haji (bukankah doa disana mustajab katanya?) haha.. pinter juga ya, dapet deh semuanya umrah + haji…

 

Tapi artikel ini bukan mau membahas mana yang lebih didahulukan umrah atau haji. Semua orang pasti punya alasan masing-masing. Aku cuma mau ngasih tau tips memilih biro perjalanan jika ada diantara para pembaca yang dalam waktu dekat mau umrah.

 

Buat yang merasa belum punya uang untuk umrah atau haji, ga apa-apa baca juga.. karena siapa tau abis baca ini jadi menumbuhkan keinginan umrah/ haji yang mungkin tanpa sadar sempat di kubur dalem-dalem karena berbagai alasan. Jadi andai memang minat (tapi belum ada uang), niatkan aja dari sekarang untuk umrah/ haji. Jangan mikirin ga mungkin dulu. Apa sih yang gak mungkin bagi DIA?

 

Nah jika minat dan niat udah ada, bergeraklah semampu mungkin ke arah niat tersebut. Mungkin dengan cara sedikit menabung yang diniatkan khusus untuk umrah/ haji. Kalo itu udah dilakukan, percayalah, Allah will do the rest with something that we called ‘miracle’..

 

Mari kita bahas. Dalam memilih biro perjalanan/ travel, ada beberapa hal terkait budget yang harus diperhatikan itu:

 

  1. Pada umumnya biaya umrah reguler (tanpa ada tambahan tour ke negara lain) selama 9 hari adalah sebesar USD 1,400 sampai dengan USD 2,000. Beberapa mungkin ada yang menawarkan kurang dari USD 1,400 dan beberapa (bahkan banyak juga yang) menawarkan lebih dari USD 2,000. Tapi rata-rata diantara kedua angka tersebut. Berapa kalo dirupiahin? Coba aja dikali 9000, berarti sekitar IDR 12.600.000 sampai dengan IDR 18.000.000
  2. Sementara bagi yang ingin umrah plus (tour ke negara lain) maka biasanya angka di kisaran USD 2,000 – USD 4,000, tergantung negara tujuan (yang paling mahal bila umrah plus tour ke negara eropa, yang murah biasanya mampir di Dubai, yang tengah-tengah plus wisata ke Mesir) * Tapi udah aman belum ya wisata ke Mesir saat ini? Jangan-jangan pulangnya ntar malah naek hercules sekalian di evakuasi*
  3. Perbedaan harga berarti adanya perbedaan fasilitas yang jamaah dapatkan. Semakin mahal tentu saja semakin bagus fasilitasnya. Dari mulai airline yang digunakan (yang murah biasanya menggunakan Lion Air, Batavia air dan beberapa penerbangan asing sementara yang mahal menggunakan Garuda dan Saudi), makanan yang dihidangkan selama di saudi hingga tentu saja hotel. Letak hotel biasanya yang menjadi faktor pembeda utama. Biasanya semakin dekat jarak antara hotel dengan masjid, semakin mahal pula harganya. Hotel yang sekarang sedang naik daun (ulet dunk) di daerah Makkah mungkin adalah Zam-zam Tower. Sebuah hotel bintang 5 dengan bangunan yang sangat megah. Rencananya di komplek tower tersebut akan ada jam besar yang mirip Big Ben di London *bagi budget pas-pasan dan hanya bisa mendapat hotel yang sedikit lebih jauh, tenang aja, bukankah tiap langkah ke masjid adalah pahala?*
  4. Mau didampingi ustad tertentu? Bisa banget, beberapa biro perjalanan memang sudah terbiasa mengajak ustad tertentu untuk mendampingi jamaahnya. Sebut saja seperti Ustad Arifin Ilham, Uje, Aa Gym, Ary Ginanjar ada juga dengan artis seperti Syahrul Gunawan atau yang lainnya. Biaya memang biasanya jadi lebih mahal dibanding umrah biasa tanpa ustad terkenal.
  5. Oiya, jangan lupa. Selalu ada biaya lain seperti airport tax & perlengkapan, suntik dan penambahan nama di paspor (nama kudu 3 suku kata. Jadi kalo namanya Budi Candra, terpaksa ke kantor imigrasi lagi untuk ditulis nama yang ketiga Budi Candra bin Dadang). Biaya untuk airport tax dan perlengkan sekitar IDR 500.000 – IDR 1.000.000 (tergantung perlengkapan yang kita terima), sementara biaya suntik sekitar IDR 400.000 dan penambahan nama IDR 100.000 – IDR 250.000 *ngurus sendiri ke imigrasi tentu lebih murah dibanding minta urusin orang laen
  6. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang travel? Ada beberapa cara yaitu:
  • Melalui iklan di surat kabar. Biasanya kalau di Jakarta yang sering adalah koran Republika, terlebih lagi pada hari Jumat. Segambreng. Bila melihat angka yang mereka pasang di iklan, harap diingat, biasanya itu adalah angka untuk program termurah dengan ketentuan untuk 4 orang satu kamar (istilahnya adalah quad). Bila berminat untuk sekamar bertiga (triple) atau berdua (double), maka harganya akan lebih mahal. Biasanya beda USD 50-USD 100
  • Melalui rekomendasi orang lain. Inilah mungkin yang paling sering terjadi. Biasanya karena ada saudara atau teman yang telah puas dalam menggunakan suatu biro perjalanan haji/umrah, maka kita akan menggunakan biro yang sama. Selama biro tersebut sudah sesuai dengan kriteria yang kita inginkan (budget, hotel, ustad pedamping, lama perjalanan dll) maka mengapa tidak kita coba saja biar lebih aman?
  • Kalo udah dapet beberapa nama biro yang dijadikan pilihan tapi masih bingung, coba aja search di mbah goggle, sapa tau nemu pengalaman orang laen dalam menggunakan biro tersebut. Pengalaman orang adalah guru yang baik juga bukan? Trus tentu saja datengin kantornya, introgasi sedikit si sales (tanya kapan berdiri, siapa yang punya, rata-rata berapa jamaah yang diberangkatkan dll dll, pokoknya yang bisa menunjukkan kredebilitas perusahaan tersebut deh)

 

Begitu lah sedikit info dari aku seputar memilih biro perjalanan umrah/ haji. Pokoknya Just pray, ikhtiar and tawaqal… dan ‘Kun Fayakun’ akan ada…

(ruli amirullah)

Tips Seputar Belanja

 

 

                Tak bisa dipungkiri, selama di Arab Saudi kita mau tidak mau akan bertemu dengan aktivitas beli membeli. Entah untuk membeli buah tangan bagi sanak saudara di tanah air, entah sekedar membeli keperluan sehari-hari. Berikut beberapa fakta seputar belanja yang mungkin saja bisa berguna:

 

  1. Hampir semua pedagang memahami dan bisa berkata-kata dalam bahasa Indonesia. 'Mari masuk, coba dulu, sepuluh riyal, dua puluh riyal'. Pokoknya bahasa dagang, dari mulai harga sampai kalimat rayuan. Seperti ‘Mari Ridwan.. masuk dulu ke toko saya. Sama seperti di tanah abang’, begitu salah satu rayuan kurang maut dari mereka. Walau menurut aku memang kurang maut, soalnya mendengar sama dengan tanah abang membuat aku jadi enggan masuk ke tokonya. Buat apa jauh-jauh ke Arab kalau barangnya sama dengan tanah abang? Oiya, namaku tentu saja bukan Ridwan. Orang Arab senang memanggil seseorang dengan sebuah nama. Untuk lelaki, mereka sering menggunakan nama Ridwan, sedangkan untuk wanita biasanya adalah Siti Rahmah. Jadi jangan kaget kalau selama di Arab ada yang memanggil dengan nama baru.
  2. Mata uang rupiah diakui oleh mereka. Jadi, tak perlu bingung saat asyik berbelanja kita kehabisan uang riyal. Bayar saja menggunakan rupiah, karena hampir semua toko menerimanya. Bahkan, tidak hanya toko karena pengemis pun juga menerima. Aku pernah bilang ‘I don’t have any riyal' eh tiba-tiba pengemisnya berkata, ‘how about rupiah?’. Ternyata mereka juga menerima rupiah. Hebat ya? Baru kali ini bangga membawa rupiah, apalagi setelah sebelumnya pikiran sempat takjub dengan US Dollar yang begitu di puja-puja di Indonesia. Bila di tanah air, kondisi dollar harus sempurna, licin dan tanpa lipatan. Steril pokoknya, tak boleh ada cacat sedikitpun. Hal ini tentu membuat kita jadi begitu berhati-hati saat membawa dollar. Sementara ternyata di arab sini gak perlu repot membawa dollar untuk dihargai. Rupiah mampu berbicara banyak.
  3. Jangan lupa untuk menawar, karena sebagian besar barang-barang yang dijual selalu bisa ditawar. Tapi kalau pedagangnya ngotot tidak bisa kurang, ya jangan dipaksa, pergi saja dari tempat itu. Jika memang ternyata bisa kurang, kita pasti diminta untuk kembali ke tokonya. Di Madinah, banyak pedagang kaki lima yang berjualan di dekat pelataran masjid. Walau memang berbeda kualitas, tapi perbedaan harga cukup jauh dibanding dengan toko.
  4. Makanan Indonesia yang melimpah. Bila dulu melihat ada yang menjual bakso atau soto menjadi suatu hal yang langka, maka sekarang tidak lagi. Cobalah melangkah ke food court yang berada di dekat masjid Nabawi. Banyak kedai makanan yang sebenarnya menjual makanan Arab seperti nasi mandi, kebab atau lainnya ternyata juga menjual menu Indonesia didalamnya. Bakso dan nasi campur adalah menu yang paling banyak dijual. Harga sekitar 5-12 riyal untuk baksonya. Jadi sekarang tidak perlu khawatir bila kurang cocok dengan bumbu arab, karena kini sudah tidak sulit lagi untuk menemukan semangkuk bakso yang siap mengenyangkan kita!
  5. Bagi yang suka wisata kuliner, jangan lewatkan kebab. Rasanya berbeda dengan kebab yang dijual di Jakarta. Isinya daging ayam atau kambing, ada juga potongan sayur dan kentang di dalamnya. Rata-rata harganya sekitar 4 riyal. Jika ingin yang lebih mengenyangkan coba saja beli nasi briyani dengan potongan daging bercampur di nasinya. Harga sekitar 12 riyal, sudah termasuk dengan air mineral.
  6. Namun yang paling aku suka adalah chicken mandi, yaitu suatu hidangan nasi berbumbu rempah arab dengan 1 ekor ayam utuh diletakkan di atasnya. Kalau untuk kita, mungkin satu porsi cukup untuk 2-3 orang. Tapi untuk orang Arab, satu porsi dimakan untuk satu orang. Harga sedikit mahal yaitu 22 riyal, tapi rasanya mantap! Disajikan hangat dilengkapi dengan sari tomat segar sebagai sausnya. Aku beli di jaringan resto fastfood Al-Tazaj. Mudah ditemukan di pusat pertokoan seantero kota Madinah maupun Makkah.
Chicken Mandi - hidangan khas Arab
Chicken Mandi - hidangan khas Arab

Berapa banyak uang yang dibawa saat umrah?

 

Saat umrah, sebenarnya kita sudah tidak perlu membawa terlalu banyak uang. Mengapa? Karena semua keperluan primer alias keperluan utama sudah ditanggung oleh Travel.

 

Akomodasi alias tempat tinggal selama berada di Makkah, Madinah dan Jedah? Sudah

Transportasi dari Jeddah menuju Madinah, dari Madinah menuju Makkah, dari Makkah kembali  lagi ke Jeddah? Sudah juga

Makan selama di Arab? 3x sehari! Gak akan kelaparan pokoknya. Dari mulai bangun tidur sampai mau tidur makanan akan disiapkan untuk para jamaah.

 

Lantas apa yang belum termasuk?

Tentu saja untuk keperluan sekunder.

Misalnya saja untuk oleh-oleh.

Untuk oleh-oleh jenis tasbih dan minyak wangi, macam-macam kok harganya. Kalo pengen yang murah sekitar 2-5 riyal per item, tentu saja beli di emperan (banyak disekitar masjid Nabawi, tapi untuk di Makkah liat di toko yang menjual barang dengan label ‘everything 3 riyal’ atau ‘everything 5 riyal). Pengen yang lebih bagus (dan itu berarti lebih mahal), lebih banyak lagi pilihannya. Tasbih yang seharga 10 riyal satu aja ada, yang lebih juga ada. Baju gamis atau abaya juga begitu, yang kualitasnya lumayan seharga 100 riyal (yang kualitas biasa, 25-40 riyal juga ada)

Oleh-oleh lain, tentu saja kurma dan aneka kacang-kacangan dan juga coklat.

Harga pun variatif tergantung jenis kurma, kacang dan coklat. Tidak perlu khawatir, bila tidak ingin beli banyak, bisa kok beli hanya ½ kilo. Bahkan ada juga yang jual dalam kemasan-kemasan kecil.

Keperluan lagi, mungkin untuk beli kartu ponsel perdana lokal. Bagaimanapun lebih murah berkomunikasi dengan menggunakan kartu operator setempat dibanding dengan kartu dari Indonesia. Harga sekitar 25 riyal.

Bagi yang suka icip-icip makanan lokal, siapkan juga dana untuk itu. Harga sudah dibahas di tulisan sebelumnya.

Intinya, berapa pun dana yang dibawa, seharusnya cukup kok. Soalnya semua keperluan yang utama sudah ditanggung oleh Travel. Kalau untuk lain-lain, mungkin hitung saja secara sederhana dengan rumus berikut :

 

Jumlah hari x budget harian = total uang jajan yang dibawa

 

Jadi misalnya 9 hari umrah dengan budget sekitar 100rb rupiah perhari, maka bawa saja sekitar 900rb rupiah, itu berarti sekitar 360 riyal alias 40 riyal sehari.

Cukup? Itu tergantung diri kita masing-masing... hehehe...

Kalo bisa bawa lebih ya syukur banget, buat jaga-jaga.

Tapi gak perlu khawatir kalo tidak bisa bawa lebih dari itu...

Yang jelas, toh untuk keperluan yang utama, kita sudah tak perlu mengeluarkan uang lagi. Ya kan?

 

Help

Jakarta

Makkah/Madinah

Kurs Rupiah Terhadap:
Mata Uang
Beli
Jual
US Dollar 8.820 8.910
Saudi Riyal 2.271 2.462
Last update : 20/10/11
Click for the latest Jakarta / Soekarno-Hatta weather forecast.
Click for the latest Makkah weather forecast.
free counters

Kami menerima berbagai tulisan yang berhubungan dengan haji & umrah, baik itu berupa :

Pengalaman umrah/ haji

Info travel biro umrah/ haji

Artikel terkait lainnya

Cukup email ke :

menuju_mahacinta

@yahoo.com

Redaktur berhak untuk mengedit isi tulisan tanpa mengubah makna keseluruhan.