Berita Haji 2011 & 2012

Update setiap Senin atau Kamis

(diambil dari berbagai sumber)

Catatan Harian Seorang Jamaah Haji Jepang

(Sebuah Kisah Perjalanan Haji di tahun 1932)

 

Waktu Keberangkatan: tahun ke-12 penanggalan Taishu/11 Desember 1923 M.

Tanaka Ibe (H Nur Muhammad) adalah Muslim kedua Jepang yang melaksanakan ibadah haji.

Baginya, haji merupakan suatu perjalanan bersejarah. Dia pun tak lupa menuliskan catatan harian selama berhaji yang kemudian dipublikasikan melalui Sky Shishi Kai, sebuah majalah di Jepang, edisi ke-5, 5 November 1933 M.

 

Perjalanan haji Tanaka Ibe dimulai usai Tokyo diguncang gempa pada tahun 1923 M, seperti dijelaskan dalam catatan hariannya yang dipublikasikan sepuluh tahun setelah berhaji.

Catatannya sengaja disebarkan melalui majalah dengan maksud agar kaum Muslimin Jepang berbondong-bondong menunaikan ibadah haji. Catatan harian ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Sarah Takahashi. Berikut petikannya:

 

Perjalananku dimulai dari Tokyo menuju Manchuria, melewati beberapa kota di Cina. Di negeri tirai bambu itu, aku menghabiskan waktu hingga enam bulan. Aku juga bertemu lima belas amir haji yang akan berangkat ke Makkah. Kami pun berangkat bersama-sama. Tiba di Hongkong, kami menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi. Vaksinasi ini wajib bagi siapa pun yang hendak bepergian ke luar negeri.

 

Dari Hongkong, kami ke Singapura, lalu menuju Jawa. Saat itu, kami bertemu lagi dengan dua puluh Muslim lain dari Cina. Kami pun bersama-sama menunggu kapal yang akan membawa kami ke tempat yang sangat kami dambakan, Tanah Suci Makkah.

Sembari menunggu kapal, kami senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam menjalankan ibadah yang mulia itu. Sambil berharap dapat melalui perjalanan ini dengan aman dan lancar. Kami menunggu kapal sambil tetap berdoa dan tidak mengeluh sedikit pun. Meski kami baru bertemu, tetapi di antara kami sudah sangat akrab seolah telah lama saling kenal.

 

Kapal Haji
Perjalanan ke Makkah memiliki sejarah yang begitu panjang dan telah berlangsung lama. Dulu, jamaah haji Shanghai, Cina, atau daerah-daerah lain di Asia Tengah berangkat haji melalui jalur darat. Melewati Irak, Palestina, dan Madinah. Namun saat ini, kami melakukan perjalanan haji melalui melintasi Singapura dan Bombay. Begitu pula dengan sebagian besar jamaah haji Asia, mereka mengarungi Samudra Hindia.

Kapal ini akan membawa kami menuju Jeddah. Bentuknya sangat besar, layaknya kapal kargo. Para awak kapal mengatakan bahwa setiap penumpang hanya mendapat tempat seluas 2 m x 70 cm di atas kapal tersebut, tidak lebih.

Kami membeli tiket kapal untuk perjalanan pergi dan pulang pada waktu bersamaan. Awak kapal sengaja menaikkan penumpang sebanyak-banyaknya, meski melebihi kapasitas. Bahkan, seolah tidak ada batas kapasitas tertentu untuk kapal tersebut.

 

Kapal yang aku naiki itu bernama Cayman. Beratnya sekitar 7.000 ton. Kapal ini disesaki oleh 3.200 penumpang yang harus berdesak-desakan hingga di atap. Aku sendiri mendapat tempat di geladak paling bawah. Di sana aku menggelar sajadah sebagai tanda bahwa tempat itu sudah ada yang menempati. Saat naik, penumpang saling berebut sejak pukul 05.00 pagi hingga 17.00 sore. Dua belas jam kemudian, kapal baru bergerak meninggalkan dermaga.

 

Kami berangkat di musim hujan sehingga kami kedinginan selama perjalanan. Kapal yang kami tumpangi terombang-ambing di laut. Ombak dan gelombang menghantam badan kapal hingga membuat kami ketakutan. Kami juga harus memasak untuk makan dengan jatah air tawar yang sangat terbatas dan kayu bakar seadanya.

 

Setelah melewati Samudra Hindia, kapal mengarungi Laut Arab, lalu Laut Merah. Di Laut Merah, cuaca juga tidak bersahabat. Hujan terus mengguyur dan hawa dingin menyengat. Meski begitu, kami selalu melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Begitulah keadaan kami setiap hari selama dalam perjalanan. Namun, semua terasa ringan dan waktu berlalu begitu cepat.

 

Di suatu pulau bernama Kamsran, di Laut Merah, kami diturunkan satu per satu sambil membawa barang bawaan kami untuk diperiksa, memastikan tidak ada penumpang yang akan menularkan penyakit. Pemeriksaan itu diperkirakan beriangsung selama sebulan. Kami beruntung, karena dalam dua hari pemeriksaan sudah selesai. Kami pun kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.

Jamaah haji menjalani pemeriksaan di Pelabuhan Jeddah (ilustrasi). Foto: skyscrapercity.com
Jamaah haji menjalani pemeriksaan di Pelabuhan Jeddah (ilustrasi). Foto: skyscrapercity.com

Saat Jeddah sudah terlihat, kami segera bersiap siap untuk turun dari kapal. Setelah turun, lagi-lagi kami harus melewati pemeriksaan. Namun, pemeriksaan kali ini terkait barang yang kami bawa, termasuk dokumen perjalanan.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan sangat detail dan teliti, sesuai dengan ajaran Islam tentang pelaksanaan ibadah haji. Kami lalu mengganti pakaian dengan pakaian ihram berupa dua helai kain putih. Kain ini sangat sederhana (tidak terdapat jahitan), sampai-sampai ada yang menyebutnya seperti saat zaman pra sejarah.

 

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Hannan Putra
Sumber: Atlas Haji dan Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth

Sumber: http://www.jurnalhaji.com/2012/03/09/catatan-harian-seorang-jamaah-haji-jepang/

 


Biaya Operasional Masjid Nabawi Rp 5 Miliar per Hari

05 Oktober 2011, 11:22:01| Laporan Iping Supingah

 

suarasurabaya.net| Pada musim haji total biaya operasional Masjid Nabawi di Kota Madinah Al Munawaroh, Arab Saudi mencapai Rp 5 miliar per hari. Biaya ini juga tidak berbeda jauh saat diluar musim haji.

Untuk kebersihan masjid sendiri dilakukan secara terus menerus 24 jam. Petugas kebersihan dibagi dalam 3 shift, masing-masing shift terdiri dari 500 personel.

Menurut penuturan Tamin satu diantara petugas kebersihan yang ditemui Rommy Febriansyah dari Suara Surabaya Media di pelataran Masjid Nabawi, Selasa (5/10/2011), total biaya perawatan dan operasional masjid tersebut mencapai Rp5 miliar per hari dalam musim haji, dan didanai oleh Kerajaan Arab Saudi.


Tamin tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Barat sebagai petugas kebersihan Masjid Nabawi, mengaku menerima gaji sebesar 800 SAR (Saudi Arabia Riyal), dengan tunjangan in-natura berupa fasilitas tempat tinggal, kesehatan, transportasi, listrik dan gas yang seluruhnya ditanggung oleh Kerajaan Arab Saudi.

Luas Masjid Nabawi lebih kurang 18 hektare dengan konstruksi bangunan dua lantai tambahan di bawah bangunan masjid sebagai area parkir kendaraan.

Masjid ini mampu menampung sampai 1 juta jamaah baik di dalam gedung sampai pelataran masjid. Khusus area pelataran masjid untuk kenyamanan jamaah beribadah terdapat payung-payung raksasa berdiameter 20 meter yang akan terbuka setiap pukul 06.00 dan menutup pukul 18.00 waktu setempat secara otomatis yang dilengkapi dengan blower air guna menambah kelembaban.

Pada saat menutup, payung-payung yang berjumlah 250 tiang ini membentuk menara-menara kecil menambah kemegahan Masjid Nabawi.

Seluruh masjid berlantaikan marmer dan untuk bangunan utama masjid dilapisi dengan karpet guna kenyamanan jamaah beribadah. Keindahan interior bangunan utama terlihat dari ribuan tiang-tiang penyangga bangunan dengan ornamen aksesoris relief, kaligrafi dan lampu.

Fasilitas lain yang menarik dari Masjid Nabawi adalah terdapat banyak pintu masuk ke pelataran masjid dari areal parkir kendaraan di dua lantai di bawahnya, yang juga dilengkapi dengan toilet tempat berwudhu yang masing-masing dapat menampung 250 jamaah.

Selain itu terdapat fasilitas air minum bagi jamaah yang disediakan tersebar baik di pelataran masjid maupun di dalam bangunan utama.(ipg)

Teks Foto:
1. Pelataran Masjid Nabawi di Kota Madinah.
2. Tamin (kiri berbaju gelap) petugas kebersihan Masjid Nabawi bersama Rommy Febriansyah (tengah), dan salah satu jamaah haji dari Surabaya.
Foto: Rommy Suara Surabaya Media dan Istimewa

 

Sumber :

http://www.suarasurabaya.net/v06/infohaji/?id=6831966b823b6eeb9eae9212d1680510201198388

Komentar dari admin :

Sebenernya bukan mau membahas total biaya yang luar biasa besar itu. Karena, kalau masalah jumlah sih mungkin wajar saja ya, mengingat jumlah tamu yang datang memang luar biasa banyaknya. Saya lebih tertarik pada fakta jumlah pekerja dari Indonesia yang bertugas membersihkan masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.

Mereka ada banyak.

Beruntung banget lho ada mereka.

Karena keberadaan mereka semakin saja membuat kita merasa berada di negeri sendiri. Jika anda (tapi, semoga saja tidak) tersesat di area masjid, tak perlu panik karena merasa tidak bisa berbahasa Arab. Cari saja petugas masjid yang berwajah melayu, bicaralah dalam bahasa Indonesia, InsyaAllah mereka memang berkebangsaan Indonesia sehingga bisa membantu Anda.

Saya malah pernah mendengar cerita, bagaimana mereka terkadang sampai rela merogoh kocek sendiri untuk uang taksi dalam rangka membantu jamaah yang tidak bisa pulang ke tempat mereka menginap.

Luar biasa ya?

Tentu saja bukan berarti mereka kaya raya. Seperti yang ditulis di berita atas, gaji yang mereka terima hanya 800 riyal (atau sekitar Rp. 1,8 juta bila kurs Rp 2300 per 1 riyal). Mereka hanya berbuat baik pada tamu Allah.

Berbuat baik memang tak butuh banyak modal kan? Dengan apa yang kita punya saat ini, sesungguhnya sudah amat cukup untuk mulai berbuat baik (ruli amirullah).

Banyak Jamaah Masih Percaya Tahayul

oleh: Dwi Murdaningsih

 

Para jamaah haji dan umrah  yang kurang memiliki pengetahuan yang benar, terkadang melakukan sesuatu yang mengada-ada.

Sejumlah jamaah pergi ke Gua Hira, Jabal Rahmah di Arafah dengan niat untuk menjalankan salah satu rukun dan sunah haji. Mereka berziarah untuk mencari ridha Allah. Namun ternyata, ada yang datang ke tempat tersebut untuk mengambil batu karena percaya batu tersebut bisa membawa keberuntungan bagi mereka.

Arab News mencatat beberapa jamaah yang mencari kesembuhan atas penyakit yang dideritanya, dengan memakan makanan yang dilemparkan untuk burung merpati di sekitar Masjidil Haram. Biji-bijian yang dilemparkan untuk merpati ini banyak dijual di distrik Al Masfalah, Al-Hafair, Ghazah seharga 1 real. Saat ditanya mengapa mengumpulkan dan memakan pakan merpati, seorang jamaah haji asal Pakistan mengatakan ia belum memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah.  Riyasa Ghulam, pria tersebut mengaku makan biji-bijian untuk merpati sebagai salah satu usaha pengobatan. “Kami mencoba semua jenis pengobatan dan sia-sia. Seorang teman menyarankan kami melakukan umrah dan makan pakan merpati,” kata pria 60 tahun ini.
Ghulam mengatakan pada saat kedatangan ia dan istrinya di Makkah, mereka segera pergi ke daerah Al-Misyal. Di daerah itu banyak biji-bijian yang dilemparkan untuk merpati. “Selama seminggu ini, saya dan istri makan tujuh biji setiap hari. Kami masih menunggu hasilnya, ” katanya.

Salah seorang jamaah dari Mesir, Ismail bercerita, istrinya menderita epilepsi dan belum bisa disembuhkan. Seorang teman juga menyerankannya untuk berumroh melakukan perjalanan ke Mekah. Oleh temannya, Ismail disarankan untuk makan makanan yang dilemparkan merpati. “Teman saya mengatakan agar istri saya makan tiga biji selama tiga hari berturut-turut. Dua minggu berlalu, tapi istri saya tak kunjung membaik,” katanya. Dia mengatakan, benih yang dimakan tidak boleh rusak, dan harus dimakan bersama sekali telan. Ismail telah mencoba saran tersebut dan belum berhasil.

 

Mengomentari masalah ini, direktur pusat studi islam di Umm Al-Qurah University, Muhammad Al-Suhali mengatakan mereka melakukan hal tersebut karena iman yang lemah dan kurangnya pengetahuan. Ia menghimbau agar para jamaah tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keimanan.


Ia menyebutkan sebuah hadis yang mengatakan jika menemukan barang di Makkah tidak boleh diambil atau digunakan. Al-Suhali meminta kepada para jamaah untuk memanfaatkan waktu mereka di Makkah sebagai bentuk ibadah. Menyembah kepada Allah dengan tulus dan meminta kepada-Nya untuk menyembukhkan penyakit dan memohon hal duniawi lainnya.

 

Sumber :

http://www.jurnalhaji.com/2012/02/07/banyak-jamaah-masih-percaya-tahayul/

 Calon Haji 2012 Hendaknya Rajin Olahraga dari Sekarang


Khalifah.co.id – Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) 1432 H/2011 M, Surahmat, menyarankan bagi calon jamaah yang akan berangkat haji tahun 2012, hendaknya rajin berolahraga dari sekarang. Pasalnya, lokasi ibadah yang kian luas di Tanah Haram membuat jamaah harus banyak jalan kaki.

 

Saran itu disampaikan  Surahmat, dalam perbincangan di kantor misi haji Indonesia di Madinah.

Surahmat merujuk jumlah jamaah yang kian banyak setiap tahun. Hal itu memicu pemondokan atau perkemahan jamaah semakin lebar atau makin jauh dari pusat tempat ibadah haji. Jalan kaki adalah alternatif terbaik yang harus ditempuh, karena banyak jalanan tak bisa dimasuki mobil saat puncak haji tiba.

 

"Jadi ibadah haji harus diantisipasi secara fisik. Mustahil ibadah haji lancar bila fisik lemah," katanya.

Menurut pantauan detikcom, jalan kaki menjadi pemandangan utama selama puncak haji. Usai wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah (5 November), jamaah didorong ke Muzdalifah, lanjut ke Mina. Nah, karena lalu lintas yang macet, banyak jamaah Indonesia dan asing yang akhirnya memutuskan berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, karena bus penjemput tak kunjung tiba.

Setiba di Mina, jamaah memasuki perkemahan. Sekitar 30 ribu jamaah kebagian maktab 1-9 di Mina Jadid, kawasan perluasan Mina, berbatasan dengan Muzdalifah. Untuk melempar jumroh aqobah ke jembatan jamarat pada 10 Dzulhijjah maupun pada 11-12 dan atau 13 Dzulhijjah, jamaah harus berjalan kaki sekitar 7 km. Jamaah yang mendapat tempat di Mina, minimal juga harus berjalan 4 km untuk mencapai jembatan jamarat. Itu baru berangkatnya, belum pulangnya.

 

Saat tawaf ifadhah di Kabah (Masjidil Haram) di Makkah, jalan kaki juga alternatif terbaik karena jalanan macet luar biasa. Jalan kaki dengan naik mobil bahkan lebih cepat jalan kaki.

Pemerintah Saudi terus mencari terobosan untuk mengurai macet. Tapi jamaah kian berjubel membuat lalu lintas tetap kusut.

 

Pada 9 November saat berjumpa dengan media center haji di Makkah, Menteri Agama Suryadharma Ali bahkan menetapkan "jalan kaki" sebagai langkah alternatif tahun depan bila transportasi mengalami kebuntuan, seperti yang terjadi dalam pengangkutan Arafah-Muzdalifah-Mina pada 9-10 Dzulhijjah (5-6 November) yang baru lalu.

 

"Menyiapkan rencana alternatif, misalnya harus jalan kaki, ketika transportasi mengalami kemacetan parah, untuk antisipasi jika rencana yang sudah ada tidak berjalan. Untuk itu akan dilakukan penambahan petugas untuk menjalankan rencana alternatif tersebut," papar Menteri Agama saat berbicara tentang perbaikan pelayanan haji ke depan. (kemenag)

 

Sumber berita:

http://www.khalifah.co.id/berita/nasional/1953-calon-haji-2012-hendaknya-rajin-olahraga-dari-sekarang

 

Sedikit comment dari admin:

Membaca berita diatas jadi teringat suatu ayat;

 

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,

niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki,

 dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

(QS Al Hajj : 27)

 

Siapa yang mengira, bahwa apa yang dikatakan oleh ayat yang turun beratus-ratus tahun lalu, benar-benar tetap terjadi secara harfiah (kata ‘jalan kaki’nya ternyata bukan sekedar kata simbolik belaka). Bahkan di jaman yang kita anggap modern ini, dimana kendaraan bermesin sudah menjadi hal biasa – sepeda motor, mobil, kereta - tetap saja apa yang dikatakan ayat itu benar apa adanya.


Manusia akhirnya harus berjalan kaki menuju tempat-tempat berlangsungnya kegiatan ibadah haji. Maha benar Allah dengan segala firmanNYA. (Ruli Amirullah)

Demi Naik Haji,

Mahasiswi Ini Menabung Sejak Balita


MEDAN - Ada hal unik saat Kloter 17 Medan saat masuk asrama haji. Seorang jamaahnya Putri Sentika (19) ternyata sudah mengumpulkan uang untuk berangkat haji sejak usia 1,5 tahun. Tentunya, semua berkat dorongan orangtua yang telah menabung khusus untuknya. 

 

Setelah terus menabung selama 19 tahun, akhirnya Putri diperkenankan untuk berangkat ke Mekkah tahun 2011 ini. Apalagi, dia juga melanjutkan tabungan khusus berhajinya itu dengan uang jajan dan pemberian orangtua.

 

Dan yang lebih membuat Putri bahagia, dia berangkat haji bersama seluruh keluarganya. Putri merasa nyaman dan sangat berbahagia bisa melengkapi ibadah rukun Islam kelima secara bersamaan. Karena umumnya jamaah calon haji hanya dipanggil secara pribadi oleh Allah.

Putri Sentika - 19 tahun
Putri Sentika - 19 tahun

Perempuan kelahiran 8 Juni 1992 itu mengaku, pada 2008 lalu dia bersama enam anggota keluarganya didaftarkan berangkat haji oleh Ayahnya, Prayitno.

 

"Alhamdulillah, Allah memanggil kami sekeluarga sekalian dengan nenek dan tante untuk beribadah haji tahun ini,"ujar Putri kepada Tribun, Rabu (19/10/2011) di Asrama Haji Embarkasi Medan.

 

Putri mengatakan ingin sekali melihat segala kebesaran Allah di tanah suci. Seperti pusat kiblat umat Islam yakni Kabbah, menemukan raudah, mengunjungi makam Rasul, dan tempat-tempat bersejarah lainnya. Namun yang terutama beribadah dan menyerahkan diri secara penuh di rumah Allah.

 

Mahasiswi Fakultas Ekonomi semester III ini telah memohon ijin selama 40 hari untuk fokus ibadah di Mekkah. Tetapi teman-teman di kampusnya tak lupa menitipkan doa agar dibacakan sesampainya di Mekkah.

 

"Lumayan banyaklah yang mengirimkan doa, umumnya memohon mendapat panggilan Allah agar berhasil memijakkan kaki di tanah Arab,"ucap anak Prayitno dan Nurhamidah.

 

Kemudian Putri juga akan bermohon, agar Allah SWT memberi kesehatan dan rejeki serta kemudahan dalam menjalani hidup di dunia. Dan mendapatkan keberkahan akhirat, sehingga pintu surga terbuka lebar untuknya dan keluarga besar.

 

Sumber berita :

http://www.lihatberita.com/2011/10/demi-naik-haji-mahasiswi-ini-menabung.html

Sedikit catatan dari admin :

Berbicara dengan beberapa orang yang kerja di biro perjalanan haji, seolah mengingatkanku akan betapa beruntungnya orang-orang yang bisa berangkat haji. Karena untuk mewujudkan itu, ternyata tak cukup ada uang, tapi juga banyak hal. seperti kesehatan, waktu, dan keinginan. Salah satu saja dari hal itu tidak di mudahkan oleh Allah, maka seseorang tak akan bisa sampai di tanah suci.

Ada yang keinginan kuat, tapi tak memiliki dana.

Ada yang keinginan kuat, dana melimpah, tapi kesehatan tak memungkinkan.

Ada yang keinginan kuat, dana melimpah, kesehatan prima, tapi entah mengapa selalu saja tak pernah bisa mendapatkan waktu luang saat musim haji.

Bahkan ada pula, yang memiliki dana melimpah, kesehatan prima, ada waktu disaat musim haji, tapi keinginan hajinya kalah oleh keinginan yang lain hingga ia menundanya...

Beruntung, Putri dimudahkan segalanya untuk bisa berangkat ke tanah suci pada tahun 2011.

Orang tua dan keluarga yang begitu mendukung.

Keuangan yang cukup.

Kesehatan yang baik.

Keinginan yang terus terpelihara selama 19 tahun.

Semoga kita yang belum melaksanakan ibadah haji, akan dimudahkan juga untuk bisa berangkat di tahun mendatang.

Yang terpenting, jangan padamkan keinginan untuk berhaji. (ruli amirullah)

Mantan Pendeta Korea Naik Haji

 

REPUBLIKA.CO.ID, MINA – Seorang pendeta Kristen warga Korea Selatan (Korsel) memeluk Islam baru-baru ini. Ia menjadi mualaf dengan bantuan ulama terkemuka di negara itu.

 

     “Seorang pendeta Kristen terkemuka di negara saya, yang memegang gelar doktor di bidang sosiologi, telah memeluk Islam,” kata Mufti Agung Korsel, Abdul Wahab Wahid Haq. Pendiri Abu Bakar Al-Siddiq Center di Korsel ini mengatakan pendeta itu terkesan dengan praktik dan disiplin umat Muslim. Sebelumnya, ia telah mencari pengetahuan tentang Islam.

 

     “Pendeta itu datang pada saya Ramadhan terakhir untuk menanyakan tentang Islam. Saya menjelaskan kepadanya sejelas mungkin, menjawab pertanyaan dan memberinya sebuah buku tentang Islam,” tutur Wahab. Tak lupa sang mufti mendoakan agar Islam menetap di hati pendeta itu.

 

     “Saya berdoa agar Islam akan menetap di hatinya sehingga ia akan pergi dengan saya ke Makkah, dan melakukan ibadah haji memenuhi jawab panggilan Allah,”katanya. Doa sang mufti dikabulkan Allah. Mantan pendeta itu kini memeluk Islam, bahkan ikut melaksanakan ibadah haji tahun ini. Sang mantan pendeta yang dikenal memiliki pengaruh yang cukup besar di lingkungannya bahkan bisa mengajak orang lain turut memeluk agama Islam.

 

Mufti Korsel juga memuji Liga Muslim Dunia (MWL) dalam menyebarkan pesan Islam sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai yang berasal dari Alquan dan sunnah Nabi SAW. Dia mengatakan upaya ini telah mengakibatkan orang Kristen Korsel banyak yang memeluk Islam.

 

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Dwi Murdaningsih
Sumber: Saudigazette

 

Sumber link : http://www.jurnalhaji.com/2011/11/06/mantan-pendeta-korea-naik-haji/

 

Berangkat Haji Jaman Dulu Lebih Cepat dibanding Jaman Sekarang!

 

Menurut info yang aku baca, kuota haji regular untuk jamaah asal Indonesia udah habis hingga bertahun-tahun ke depan. Bahkan untuk wilayah Jawa Timur, sudah habis hingga tahun 2020!

Waw!

Itu artinya, bagi penduduk Jawa Timur, kalo mendaftar pada tahun ini baru berangkat pada tahun 2021. Itu pun udah ada 197 orang yang terdaftar sebagai calon jamaah haji tahun 2021 (selengkapnya lihat berita sebelum berita ini)

 

Tak heran bagi orang yang lebih mampu, mereka lebih memilih menggunakan haji plus. Biaya memang jauh lebih mahal, tapi biasanya bisa berangkat pada tahun depannya. Dengan kata lain, daftar di tahun 2010 bisa berangkat di tahun 2011. Tapi yang kemudian mengejutkan lagi, ternyata untuk haji plus pun kini sudah mulai penuh. Dari salah satu travel, aku dapet info bahwa di beberapa travel haji, bila kita mendaftar di tahun 2010, maka kita akan baru bisa berangkat pada tahun 2012. Butuh waktu 2 tahun untuk bisa berangkat.

 

Waduh…

Mulai lama juga ya. Jangan-jangan di tahun-tahun berikutnya, jangka waktu kita menunggu tersebut akan semakin lama.

Huff…

Jadi terasa banget ya, orang-orang yang bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji itu ternyata suatu keberuntungan yang amat sangat.

Bagaimana tidak beruntung? Karena banyak juga yang ada uang, ada umur, ada kesehatan tapi tetep belum bisa berangkat. Entah tahun berapa baru bisa nyampe…

 

Calon Jamaah Haji menaiki pesawat
Calon Jamaah Haji menaiki pesawat

Jadi geli kalo ngebandingin haji jaman dulu dan haji jaman sekarang. Jaman dulu sebelum ada pesawat, untuk sampai di Arab Saudi butuh waktu berbulan-bulan karena para calon jamaah harus menaiki kapal laut. Maka kini, walaupun naik pesawat hanya butuh waktu 9 jam, tapi untuk bisa duduk di bangku pesawatnya, kita butuh waktu tak hanya bulanan namun hingga tahunan. Hehehe…

 

Well, tapi bagi yang berniat haji, jangan putus asa. Tetap berjuang untuk bisa berangkat! Jangan menghambakan diri pada logika dan itung-itungan akal. Karena bagi Allah SWT, segala hal bisa terjadi. Kun Fayakuun akan selalu ada. Tugas kita adalah tetap berdoa dan ikhtiar. Selamat berusaha! (Ruli Amirullah)

 

Sumber gambar : http://seputarnusantara.com/wp-content/uploads/2010/10/berangkat-haji.jpg

 

 

Kuota haji Jatim habis hingga 2020

 

Surabaya (ANTARA News) - Kuota haji untuk Provinsi Jawa Timur berjumlah 34.422 orang untuk setiap tahunnya sudah habis hingga 2020.

 

"Jadi, pendaftar baru akan berangkat pada tahun 2021, bahkan tahun 2021 sudah terdaftar 197 orang," kata Kepala Kanwil Kemenag Jatim Drs H Sudjak MAg di Surabaya, Jumat. Namun, kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya itu, pemerintah akan memprioritaskan calon haji berusia 60 tahun ke atas untuk berangkat terlebih dulu. Bahkan, katanya, di Jatim saja untuk tahun ini tercatat hampir 37 persen calon haji risiko tinggi (risti) pada setiap kelompok terbang (kloter).

 

"Pemerintah akan terus berusaha meminta tambahan kuota haji seperti tahun ini yang mendapatkan kuota tambahan untuk 10 ribu calon haji, sehingga daftar tunggu akan semakin berkurang," katanya. Dalam praktiknya, Embarkasi Surabaya melayani calon haji dari empat provinsi, karena itu tahun ini memberangkatkan 40.667 calon haji dan 455 petugas.

 

"Ke-40.667 calon haji itu terdiri atas calon haji Jatim sebanyak 34.422 orang, calon haji NTB 4.754 orang, calon haji NTT 751 orang, dan calon haji Bali 740 orang," katanya. Hingga kloter 25 (11/10) tercatat 120 "open seat" (kursi kosong) dengan berbagai penyebab, di antaranya sakit, hamil, mutasi ke daerah lain, dan sebagainya. Informasi yang diperoleh ANTARA menyebutkan praktik "jual beli" kursi haji terjadi di beberapa daerah, di antaranya Pamekasan, Gresik, dan Surabaya.

 

"Ibu saya seharusnya berangkat tahun 2012, tapi dia menerima pemberitahuan untuk berangkat tahun ini. Masalahnya, ibu saya diminta membayar Rp15 juta," kata calon haji asal Wonocolo, Surabaya itu. Masalahnya, kata calon haji yang enggan disebutkan namanya itu, ibunya tidak mungkin berangkat haji sendirian, sehingga dirinya dan suaminya juga harus ikut mendampingi.

 

"Saya dan suami juga diminta membayar, sehingga kami bertiga harus membayar Rp45 juta," kata calon haji yang takut melapor ke Kemenag Surabaya, karena khawatir ibunya yang sudah tua itu tertunda keberangkatannya.

 

Hingga kini, PPIH Embarkasi Surabaya menyita ratusan barang yang dilarang untuk dibawa ke Tanah Suci, seperti 115 botol minyak goreng, satu jerigen minyak goreng, 84 slop rokok, enam botol madu, empat botol saos, dan sejumlah benda tajam. (E011/F002)

 

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2011

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/279803/kuota-haji-jatim-habis-hingga-2020

Pesawat Haji Terlambat, Maskapai Wajib Beri Makan & Penginapan

(Senin 14/11/11)

 

JAKARTA (Pos Kota) – Dalam seminggu ke depan akan terus terjadi keterlambatan (delay) pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air antara empat sampai enam jam. Pihak penerbangan diminta memberikan makanan kepada jemaah haji selama mereka menunggu penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

 

Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga selaku amirul haj (rombongan haji) setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, menyatakan sesuai kontrak pihak penerbangan Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines telah menyepakati. Kalau ada penundaan pemberangkatan ataupun pemulangan jemaah haji, maka pihak penerbangan harus memberikan makanan mereka.

 

“Kalau keterlambatannya sampai lebih 24 jam, maka meskapai penerbangan wajib memberikan penginapan,” jelasnya Menag.

 

Suryadharma menyampaikan itu terkait peristiwa yang dialami rombongan jemaah haji Kloter (kelompok terbang) pertama DKI Jakarta. Mereka harus menunggu tujuh jam di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah untuk pulang ke Tanah Air. Tapi dalam kurun waktu menunggu tujuh jam jemaah haji tidak diberikan makanan.

 

Situasi seperti ini sebenarnya selalu terjadi pada pemulangan jemaah pada kloter awal. Setidaknya kondisi demikian akan terjadi hinngga seminggu sejak pemulangan jemaah pertama. Hal itu terjadi karena padatnya lalulintas penerbangan agar jemaah haji seluruh dunia pulang dalam waktu bersamaan. Selain itu, adanya penyortiran barang bawaan jemaah haji yang melebihi ketentuan muatan yang telah ditentukan pihak penerbangan.

 

Suryadharma sendiri bersama rombongan amirul haj lainnya di antara KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengalami keterlambatan. Mereka baru mendarat di Soekarno-Hatta, Sabtu malam, pk. 21:00 padahal jadwal mendaratnya, Sabtu siang, pk. 12:00.

 

PECAT

Menyinggung soal banyaknya masyarakat yang tertipu dan gagal berangkat ke Tanah Suci padahal mereka sudah membayar puluhan juta, Suryadharma menambahkan agar masyarakat melaporkan kepada kepolisian.

 

“Kalau ada pegawai Kementerian Agama yang terlibat silakan dilaporkan juga. Saya akan mengambil tindakan tegas dengan memecat mereka sebagai pegawai negeri sipil. Saya juga minta kepolisian untuk menyelidiki kasus ini,” katanya. Ketua Umum PPP ini merasa prihatin karena banyak masyarakat yang tertipu. Padahal mereka sudah membayar uang yang tidak sedikit. Apalagi masyarakat yang hendak berhaji itu umumnya sudah selamatan di rumahnya karena dijanjikan akan berangkat oleh yang menipunya.

 

Untuk haji non-kuota sendiri, ia meminta kepada pihak imigrasi di musim haji yang akan datang agar bisa mencegah jemaah haji non-kuota tersebut.

“Karena jemaah haji non kuota itu menimbulkan masalah selama berada di Arab Saudi,” katanya.(johara/sir)

 

Sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/14/pesawat-haji-terlambat-maskapai-wajib-beri-makan-penginapan

Jamaah Haji Melontar Jumrah

 

REPUBLIKA.CO.ID MAKKAH – Setelah melakukan wukuf di Arafah dan Mabit (bermalam) di Muzdalifah, semenjak Ahad kemarin (6/11), hingga 13 Dzulhijjah mendatang jamaah haji melontar jumrah.

Bagi jamaah yang mengambil ‘nafar awal’ mereka akan melontar jumrah hingga tiga hari, yakni pada 10, 11, dan 12  Dzulhijjah. Sedangkan yang mengambil ‘nafar tsani’ akan melontar jumrah sebanyak empat hari, yakni pada 10, 11,12, dan 13 Dzulhijjah, dengan melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.

“Kami sudah melakukan mabit di Muzdalifah. Rencananya kami akan melakukan jumrah nafar akhir saja, agar lebih sediki santai karena lebih panjang waktunya,” kata jamaah haji asal London, Inggris, Abdul Wahab, ketika ditemui di Muzdalifah, Ahad dini hari (6/11).

 

Untuk melakukan jumrah, Wahid yang datang langsung bersama satu rombongan besar jamaah haji asal Inggirs yang terdiri dari 1.500 orang itu mengaku telah mengumpulkan kerikil untuk melontar jumrah di Mina. “Masing-masing anggota jamaah telah mengumpulkan minimal 49 butir kerikil. Rencananya kami akan melontar jumrah pada waktu-waktu biasa, tidak waktu “afdaliyat”. Ini agar kami tidak berdesakan,” imbuhnya.

 

Wartawan Republika, Muhammad Subarkah, yang berada di Tanah Suci Makkah, melaporkan, jamaah haji Indonesia bergerak ke Muzdalifah, Sabtu (5/11) petang, usai wukuf. Mereka akan mabit bersamaan dengan tibanya waktu Maghrib. Mereka pergi dengan menumpang bus-bus yang telah disediakan.

Begitu juga jamaah lain, mereka juga pergi untuk melakukan mabit dengan menggunakan aneka kendaraan. Memang sebagian besar menggunakan bus, tapi ada juga yang ‘membandel’ dengan menggunakan angkutan yang lebih kecil.

 

Akibat sekitar 2,5 juta orang bersama-sama pergi ke satu titik dalam waktu yang bersamaan, jalanan Arafah dan Muzdalifah yang panjangnya sekitar 11 kilometer macet total. Antrian kendaraan mengular dan bergerak tersendat-sendat. Suasana lalu lintas makin kacau dengan banyaknya bus yang mengalami mogok di tengah jalan.

 

Paling tidak pada malam itu ada lima buah bus yang melintang di tengah jalan karena mesinnya bermasalah. Kendaraan ini pun akhirnya di pinggirkan dengan sebuah mobil derek.

Ketika di Muzdalifah, sebagian dari para jamaah memang bermalam di dalam tenda. Tapi sebagian lainnya tidur di tempat terbuka. Bahkan, banyak di antara mereka tidur di pinggiran jalan atau tempat terbuka lainnya. Mereka tidur beralasan tikar dan kain.

 

Redaktur: Chairul Akhmad

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2011/11/06/jamaah-haji-melontar-jumrah/

BERITA RINGAN SEPUTAR HAJI

 

Kabar ini aku dapatkan dari hasil menonton Metro TV dan TV One tentang liputan haji. Beritanya macem-macem dan cukup menarik untuk diketahui.

JUTAAN MENUJU SATU TITIK

Pertama, jumlah jamaah yang masuk ke kota Makkah sudah mencapai 1,5 juta orang. Bisa dibayangkan banyaknya? Sekedar untuk perbandingan, seluruh penonton bola di Stadion GBK yang kalo lagi penuh kelihatannya tumplek blek itu, jumlahnya hanya 90.000 orang. Nah di Makkah sudah berjumlah 1,5 juta orang dan terus bertambah. Kok bisa bertambah? Ya iya, soalnya belum semua jamaah tiba. Masih banyak orang-orang dari berbagai penjuru dunia yang sedang bergerak menuju ke satu titik yang sama, yaitu kota Makkah. Jumlahnya sekitar 1,5 sampai 2,5 juta lagi. Dengan kata lain, pada puncaknya nanti, Makkah akan dipadati oleh sekitar 3 sampai 4 juta orang. Subhanallah...

Karena itulah, saat adzan berkumandang, masjidil Haram sudah penuh sesak. Dianjurkan bagi para jamaah sudah tiba di masjid 1-2 jam sebelum adzan bila ingin mendapat tempat di dalam masjid

NAIK BAK TERBUKA UNTUK MENCAPAI MASJID

Berita kedua, Katanya ada jamaah haji yang terpaksa menaiki mobil bak terbuka untuk menuju masjid. Mengapa? Ya karena mereka mendapat penginapan yang jaraknya lumayan jauh, lebih dari 2km (padahal seharusnya mereka mendapat penginapan yang jaraknya paling jauh hanya 2km). Bila berjalan kaki, butuh waktu satu jam bahkan mencapai dua jam bagi jamaah lanjut usia. Agar tidak lelah dan menjaga kondisi kesehatan, akhirnya mereka lebih memilih menaiki mobil bak terbuka. Lebih baik berdesak-desakkan di bak terbuka daripada berjalan kaki. Tentu saja beresiko dan tentu saja tidak gratis. Mereka harus merogoh kantong untuk membayar ongkos sekitar 2 riyal. Sebenarnya ada juga angkutan yang lebih aman dan nyaman seperti bis, tapi ongkosnya mencapai 5 riyal. Tentu ini memberatkan karena dalam sehari bisa lebih dari 1-2 kali mereka datang ke masjid.

MAKANAN BASI, MAKANAN MINIM LAUK & MAKANAN GRATIS

Berita ketiga, tentang makanan. Para anggota DPR yang datang secara khusus ke Arab Saudi untuk mengawasi pelaksanaan ibadah haji, menemukan fakta adanya makanan katering yang sudah basi diberikan kepada para jamaah. Tak hanya itu, ada pula yang nasi kotak yang isinya hanya sekeping kecil ayam dan timun rebus tanpa bumbu. Alasan dari pihak katering, karena mereka hanya dibayar setengah dari yang dijanjikan.

 

Bicara tentang makanan, selain berita tadi, ada pula berita menarik dari salah satu hotel di Makkah. Seperti yang kita ketahui, bagi para jamaah haji reguler, mereka tidak mendapat jatah makan dari hotel. Karena itulahmereka mendapat uang makan sebesar 1500 riyal untuk makan selama berada di Arab saudi. Namun demikian, ternyata ada pula hotel yang memberi makan gratis 3x sehari bagi para jamaah, padahal sebenarnya pihak hotel hanya mendapat biaya inap saja dari pemerintah (room only). Kebiasaan ini, nenurut pemilik hotel yang jika tidak salah nama hotelnya adalah ‘Bujr Al Alam, sudah diberlangsung selama 20 tahun. Baik banget ya? Beruntung sekali jamaah yang mendapat jatah menginap di hotel tersebut!

 

Begitulah kabar terbaru tentang Haji 2011 yang aku rangkum dari siaran berita TV lokal, insyaALLAH minggu depan akan kembali di update dari berbagai sumber. Eh, kalau ada pembaca yang tinggal di Arab Saudi, khususnya di Makkah atau Madinah, boleh tuh kirim berita.

 

***

Help

Jakarta

Makkah/Madinah

Kurs Rupiah Terhadap:
Mata Uang
Beli
Jual
US Dollar 8.820 8.910
Saudi Riyal 2.271 2.462
Last update : 20/10/11
Click for the latest Jakarta / Soekarno-Hatta weather forecast.
Click for the latest Makkah weather forecast.
free counters

Kami menerima berbagai tulisan yang berhubungan dengan haji & umrah, baik itu berupa :

Pengalaman umrah/ haji

Info travel biro umrah/ haji

Artikel terkait lainnya

Cukup email ke :

menuju_mahacinta

@yahoo.com

Redaktur berhak untuk mengedit isi tulisan tanpa mengubah makna keseluruhan.